Transaksi Efek Yang Sesuai Syariah

Posted on Posted in Capital Market, Shariah

Semua transaksi Efek, baik Syariah maupun bukan, di pasar modal adalah transaksi beli jual. Oleh sebab itu, investasi di pasar modal menggunakan akad bai’. Pada dasarnya, investasi di pasar modal diperbolehkan oleh Syariah sesuai dengan Al Baqarah:275. Meskipun demikian, ada tindakan-tindakan yang harus diperhatikan agar investasi Efek di pasar modal tetap sesuai Syariah. Fatwa No. 80 DSN MUI dengan tegas menjelaskan kriteria agar transaksi Efek di pasar modal sesuai Syariah.

Transaksi Efek di pasar modal dapat disebut sesuai Syariah apabila Efek yang ditransaksi adalah Efek Syariah dan cara transaksinya sesuai dengan Syariah.

Transaksi Efek di pasar modal yang sesuai Syariah adalah transaksi Efek yang tidak menciptakan transaksi semu, berdasarkan transaksi berbasis tunai dan bukan transaksi hutang piutang. Detilnya dapat di lihat di Fatwa no.80 DSN MUI.

Transaksi Efek di pasar modal terbagi menjadi dua bagian. Pertama, transaksi Efek di pasar perdana (primary market) dan kedua transaksi Efek di pasar sekunder (secondary market). Transaksi Efek di pasar perdana terjadi antara investor sebagai pembeli Efek dengan perseroan sebagai penerbit atau penjual Efek. Disebut pasar perdana karena pada pasar ini, transaksi yang terjadi adalah transaksi perdana dari Efek yang akan dicatatkan di Bursa Efek. Transaksi di pasar perdana tidak terjadi di Bursa Efek karena Efek yang ditransaksikan belum tercatat di Bursa Efek.

Transaksi Efek di pasar sekunder adalah transaksi Efek antara investor jual dengan investor beli dan tidak melibatkan pihak perseroan atau penerbit Efek. Jenis transaksi di pasar sekunder dapat dilakukan melalui Bursa Efek (Exchange-based transaction) atau di luar Bursa Efek (Over-The-Counter transaction).

 

< previous                    next >

| back to learning |

 

One thought on “Transaksi Efek Yang Sesuai Syariah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *